Daftar Isi

Klasifikasi Ulang LTTI 2.9: Core, Extension, dan Apologetik

Berdasarkan Seluruh Hasil Diskusi dan Pengembangan

---

Daftar Isi

1. Prinsip Dasar Klasifikasi
2. BAGIAN CORE (Dogmatis - Tidak Dapat Diubah)
3. BAGIAN EXTENSION (Teologis - Dapat Dikembangkan)
4. BAGIAN APOLOGETIK (Apologetis - Dapat Dikembangkan)
5. Tabel Ringkasan Seluruh Aksioma

---

Bagian 1: Prinsip Dasar Klasifikasi

1.1 Tiga Tingkatan Dokumen LTTI 2.9

Bagian Status Karakteristik Dapat Diubah?
CORE Dogmatis Fondasi yang tidak dapat diganggu gugat; kebenaran mutlak berdasarkan Alkitab TIDAK
EXTENSION Teologis Pengembangan dan aplikasi dari Core; dapat diperdalam dan diperluas YA (dengan tetap setia pada Core)
APOLOGETIK Apologetis Jawaban atas keberatan dan pertanyaan dari luar; dapat disesuaikan dengan konteks YA (dengan tetap setia pada Core)

1.2 Prinsip Penomoran Baru

Kode Arti Contoh
C Core C-01, C-02, dst.
E Extension E-01, E-02, dst.
A Apologetik A-01, A-02, dst.

1.3 Kategori dalam Core

Kategori Kode Isi
Fondasi Hermeneutik C-H Prinsip-prinsip dasar membaca Alkitab
Fondasi Alkitabiah Trinitas C-T Analisis Keluaran 3:14-15 dan dasar Trinitas
Hakikat dan Pribadi Trinitas C-N Definisi hakikat, tiga Pribadi, kesatuan
Relasi Internal Trinitas C-R Asher, Ehyeh, Roh, perbedaan personal
Kenosis, Inkarnasi, Roh C-K Kenosis kekal, inkarnasi, peran Roh
Dosa dan Keselamatan C-D Akar dosa (pride, keraguan, apathy), penebusan
Klarifikasi Terminologi C-TM Penolakan substansi, definisi ulang istilah
Batas dan Misteri C-M Misteri yang tersisa, kerendahan teologis
Ringkasan Inti C-S Rumusan final

---

Bagian 2: BAGIAN CORE (Dogmatis - Tidak Dapat Diubah)

Kategori C-H: Fondasi Hermeneutik

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
1 C-H-01 Allah Alkitab Bukan Allah Filsafat Alkitab adalah satu-satunya sumber otoritatif; tolak filsafat Yunani sebagai fondasi
2 C-H-02 Metodologi Kanonik PL dan PB saling menerangi; satu kesatuan narasi
3 C-H-03 Kehendak Bebas dan Paradoks Alkitab Terima kedua sisi paradoks sebagai misteri yang dinyatakan

Kategori C-T: Fondasi Alkitabiah Trinitas

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
4 C-T-01 Analisis Gramatikal Keluaran 3:14-15 Ehyeh asher ehyeh sebagai fondasi Trinitas
5 C-T-02 Trinitas Sebelum Ciptaan Ehyeh dan Naungan sebagai realitas kekal
6 C-T-03 Satu Nama YHWH, Dua Konteks Asher dan Ehyeh dalam PL
7 C-T-04 Perbedaan YHWH vs "Tuan" YHWH adalah nama kekal; "Tuan" adalah gelar fungsional
8 C-T-05 Ehyeh Menyatakan Asher Putra sebagai Imanen yang menyatakan Bapa yang Transenden
9 C-T-06 Mengapa Harus Ada Pembedaan Asher dan Ehyeh Transendensi tidak dapat bertindak langsung dalam ranah imanen

Kategori C-N: Hakikat dan Pribadi Trinitas

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
10 C-N-01 Definisi Hakikat: Satu Gerakan Kekal Kemahakuasaan Kasih Bukan substansi statis, tetapi gerakan dinamis
11 C-N-02 Tiga Pribadi Berkesadaran Mandiri Bapa, Putra, Roh sebagai tiga pusat kesadaran personal
12 C-N-03 Esa dalam Gerakan (Keesaan Hakikat) Satu gerakan kasih, tiga Pribadi
13 C-N-04 Esa dalam Kehendak Ketiga Pribadi memiliki kehendak yang sama
14 C-N-05 Esa dalam Identitas Transparansi sempurna dalam satu gerakan

Kategori C-R: Relasi Internal Trinitas

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
15 C-R-01 Asher (Transenden) dan Ehyeh (Imanen) Bapa sebagai being, Putra sebagai becoming
16 C-R-02 Perbedaan Personal dan Relasional Bapa bukan Putra, Putra bukan Roh, Roh bukan Bapa
17 C-R-03 Kesetaraan Trinitas Setara dalam hakikat, berbeda dalam fungsi dan relasi internal
18 C-R-04 Logika Pangkuan Intra-Trinitas "Bapa lebih besar" secara relasional (logika pangkuan), bukan hakikat

Kategori C-K: Kenosis, Inkarnasi, dan Roh

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
19 C-K-01 Kenosis Kekal dalam Naungan Roh Kenosis adalah pola tindakan fundamental Trinitas sejak kekal
20 C-K-02 "Processio" sebagai Naungan & Ikatan "Keluar dari Bapa" berarti Roh sebagai Naungan & Ikatan
21 C-K-03 Roh sebagai Pribadi yang Menaungi Bukan kekuatan impersonal
22 C-K-04 Roh sebagai Saksi Kunci Keberadaan Trinitas Tanpa Roh, manusia tidak dapat mengenal Bapa maupun Putra
23 C-K-05 Prototype Kejadian → Yohanes → Lukas Roh menaungi Imanensi dalam pola yang sama
24 C-K-06 Inkarnasi: Transendensi Melahirkan Imanensi Kehamilan perawan, dikondisikan, sulung, makna nama Yesus

Kategori C-D: Dosa dan Keselamatan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
25 C-D-01 Tiga Akar Dosa: Pride, Keraguan, Apathy Pride (final), keraguan (masih terbuka), apathy (pelengkap)
26 C-D-02 Dosa Waris sebagai Warisan Pola, Bukan Biologis Keraguan dan apathy diwariskan sebagai pola relasional
27 C-D-03 Perbedaan Dosa Malaikat dan Manusia Pride (final) vs keraguan + apathy (masih terbuka)
28 C-D-04 Penebusan: Ehyeh Mengalami Keterpisahan Ekspresi hakikat kasih; universalitas penebusan
29 C-D-05 Roh Menaungi Keterpisahan Di kayu salib, relasi terputus tetapi hakikat tetap utuh
30 C-D-06 Api Cinta sebagai Konsekuensi Internal Api cinta yang sama: kehangatan bagi yang menerima, siksaan bagi yang menolak
31 C-D-07 Yesus sebagai Antitesis Tiga Akar Dosa Yesus adalah kebalikan dari pride, keraguan, dan apathy
32 C-D-08 Finalisasi Pride dalam Pengajaran Yesus Pride sebagai dosa yang membinasakan
33 C-D-09 Ajakan Bertahan dalam Keraguan dan Apathy Yesus mengajak murid-murid untuk bertahan

Kategori C-TM: Klarifikasi Terminologi

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
34 C-TM-01 Penggunaan Istilah "Ontologis" Cara keberadaan dalam satu gerakan, bukan substansi
35 C-TM-02 Definisi Ulang "Pribadi" Pusat kesadaran mandiri yang berelasi dalam satu gerakan
36 C-TM-03 Penolakan Trinitas Klasik Menolak ousia, homoousios, substansi, dwi-natur Yunani
37 C-TM-04 Alasan Fundamental Penolakan Substansi Tidak ada padanan Alkitabiah
38 C-TM-05 Penolakan Kerangka Dwi-Natur Yunani Mengganti dengan kerangka Asher/Ehyeh

Kategori C-M: Batas dan Misteri

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
39 C-M-01 Misteri yang Tersisa "Apa 'dasar' dari Asher?" adalah pertanyaan tidak sah; diam dan menyembah

Kategori C-S: Ringkasan Inti

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
40 C-S-01 Ringkasan Final Inti Rumusan akhir Trinitas LTTI 2.9

---

Bagian 3: BAGIAN EXTENSION (Teologis - Dapat Dikembangkan)

Kategori E-SL: Salib dan Keterpisahan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
1 E-SL-01 Roh Menaungi Keterpisahan: Relasi Terputus, Hakikat Tetap Utuh Penjelasan salib dalam kerangka Mishkan Basar

Kategori E-RH: Rahmat dan Naungan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
2 E-RH-01 Rahmat Umum Tak Pernah Dicabut; Rahmat Khusus Dapat Berakhir Dua absolut: keselamatan hanya melalui Yesus dan kebebasan mutlak Roh
3 E-RH-02 Tiga Lapis Naungan: Eksistensial, Relasional, Keselamatan Serta "biji mata" dan "merangkul"

Kategori E-DS: Dosa dan Pemulihan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
4 E-DS-01 Prototype Pelepasan Diri dari Dosa Dari keraguan ke kepercayaan, dari apathy ke kepedulian, tindakan merangkul
5 E-DS-02 Pemulihan Relasi Keluarga sebagai Prototype Merangkul sebagai biji mata
6 E-DS-03 Tujuh Dosa Utama Berakar pada Pride, Keraguan, Apathy Pemetaan tujuh dosa utama ke tiga akar dosa

Kategori E-AP: Api Cinta

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
7 E-AP-01 Api Cinta dalam Kidung Agung Cinta kuat seperti maut; air tidak dapat memadamkan cinta

Kategori E-ES: Eskatologi

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
8 E-ES-01 Surga, Neraka, Purgatorium Tiga respons terhadap api cinta yang sama
9 E-ES-02 Kehidupan Seperti Malaikat Relasi tetap ada, aktivitas tetap ada, tidak ada perkawinan

Kategori E-SK: Sakramen

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
10 E-SK-01 Sakramen sebagai Tanda dan Meterai Ekaristi sebagai perubahan dari menjijikkan menjadi berguna
11 E-SK-02 Kehadiran Nyata tanpa Substansi (Shekhinah Sakramental) Sama seperti Shekhinah hadir dalam Kemah tanpa kemah berubah substansi
12 E-SK-03 Mukjizat Ekaristi sebagai Tanda Peringatan Kasus roti menjadi daging adalah tanda, bukan norma

Kategori E-KB: Kebangkitan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
13 E-KB-01 Kebangkitan Tiga Tahap Yesus (fisik) → Roh (pemulihan relasi) → Bapa (kenaikan)

Kategori E-OT: Otoritas Roh

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
14 E-OT-01 Roh Menunjuk Nabi, Raja, Imam, serta Wanita sebagai Pendeta Roh bebas bekerja; tradisi dan budaya bukan penghalang
15 E-OT-02 Otoritas Orangtua dan Suami sebagai Pelindung Merangkul sebagai biji mata
16 E-OT-03 Roh sebagai Tuan atas Doa, Kutuk, Berkat Roh memproses setiap perkataan

Kategori E-PK: Pemulihan Koneksi

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
17 E-PK-01 Dosa terhadap Roh Tidak Diampuni Roh adalah satu-satunya pemulih koneksi dengan Bapa
18 E-PK-02 Yesus dan Roh Tidak Bentrok Penebusan mendahului pemulihan relasi
19 E-PK-03 Iman Tanpa Buah Roh Adalah Mati Ananias sebagai bukti

Kategori E-PU: Pola Perutusan

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
20 E-PU-01 Pola Perutusan Selalu dalam Naungan Roh Setiap perutusan terjadi dalam naungan Roh
21 E-PU-02 "Allah" dan "Tuan" sebagai Gelar Fungsional "Allah" = hakikat; "Tuan" = fungsi
22 E-PU-03 Perutusan sebagai Perpanjangan Fungsi Tirai Mishkan Basar Gereja sebagai "tirai terbuka" yang mengundang dunia masuk

Kategori E-IN: Inkarnasi

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
23 E-IN-01 Mengapa Inkarnasi sebagai Manusia Manusia sebagai puncak naungan Roh
24 E-IN-02 Prototype Ordo Salutis Inkarnasi, penebusan, kebangkitan sebagai pola keselamatan kita

Kategori E-GR: Gereja dan Tubuh Kristus

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
25 E-GR-01 Otoritas dan Disiplin Gereja Mengikat dan melolongkan dalam naungan Roh
26 E-GR-02 Karunia Roh vs Jabatan Gerejawi Perbedaan dan relasi
27 E-GR-03 Yesus sebagai Kepala, Gereja sebagai Tubuh Mishkan Basar Yesus dan Bait Suci Roh dalam diri kita
28 E-GR-04 Analogi Beras-Nasi Penjelasan transenden-imanen

Kategori E-PR: Parousia dan Penghakiman

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
29 E-PR-01 Kedatangan Kedua Kristus: Parousia Penggenapan prototype; mengapa Allah "lambat"
30 E-PR-02 Kerajaan Allah: Sudah Datang dan Belum Genap Millennium sebagai "waktu antara"
31 E-PR-03 Penghakiman Terakhir Api cinta sebagai takhta penghakiman

Kategori E-ST: Soteriologi dan Etika

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
32 E-ST-01 Baptisan Roh Kelahiran baru dan kuasa untuk bersaksi
33 E-ST-02 Jaminan Keselamatan Dipelihara dalam rangkulan selama tidak menolak
34 E-ST-03 Baptisan Bayi Tanda perjanjian dalam naungan Roh
35 E-ST-04 Keselamatan di Luar Gereja Dua absolut dan misteri pengenalan Yesus oleh Roh
36 E-ST-05 Etika Kasih sebagai Puncak Hukum Kristus dalam naungan Roh
37 E-ST-06 Etika Perang, Kehidupan, Pernikahan, Pembelaan Diri Aplikasi etika kasih dalam situasi konkret

Kategori E-BS: Bait Suci dan Tipologi

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
38 E-BS-01 Bait Suci dan Yesus sebagai Mishkan Basar Perbedaan dan persamaan dalam tipologi
39 E-BS-02 Yesus sebagai Kepala, Kita sebagai Tubuh Mishkan Basar dan Bait Suci Roh Allah

---

Bagian 4: BAGIAN APOLOGETIK (Apologetis - Dapat Dikembangkan)

Kategori A-PA: Paradoks Ayat

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
1 A-PA-01 Paradoks Keilahian vs Kemanusiaan Yesus 5 ayat: Yohanes 1:1, 1:14; Kolose 2:9; Filipi 2:6-8; Ibrani 4:15
2 A-PA-02 Paradoks Relasi Bapa dan Putra 10 ayat: Yohanes 10:30, 14:28, 5:26, 6:38, 17:5, 14:9; Matius 3:16-17; Yohanes 1:18; 17:21-23; Markus 13:32
3 A-PA-03 Paradoks Roh Kudus 4 ayat: Yohanes 15:26, 16:13-14; Roma 8:26; Kisah 5:3-4
4 A-PA-04 Paradoks Salib dan Keterpisahan 3 ayat: Matius 27:46; Yohanes 10:30; 2 Korintus 5:21
5 A-PA-05 Paradoks Inkarnasi dan Waktu 4 ayat: Kolose 1:15-16; Yohanes 8:58; Ibrani 13:8
6 A-PA-06 Paradoks Keselamatan, Iman, Perbuatan 8 ayat: Efesus 2:8-9; Yakobus 2:26; Roma 8:15-16; Yohanes 14:6; Kisah 5:1-11; Roma 9:13-22; 1 Timotius 2:4; Ibrani 6:4-6
7 A-PA-07 Paradoks Api, Hukuman, Murka 6 ayat: 1 Yohanes 4:8; Ibrani 12:29; Wahyu 20:10; Roma 1:18; plus diskusi annihilationism vs universalism
8 A-PA-08 Paradoks Sakramen dan Tanda 3 ayat: Matius 26:26; Yohanes 6:53-56; 1 Korintus 11:27-30
9 A-PA-09 Paradoks Doa, Kutuk, Berkat 4 ayat: Mazmur 106:15; 2 Raja-raja 2:23-25; Lukas 23:34; doa syafaat
10 A-PA-10 Paradoks Kebangkitan 6 ayat: Yohanes 20:17, 20:27; Roma 8:11; Kisah 1:9; plus kedaulatan Allah dan kehendak bebas; Wahyu 3:20

Kategori A-KT: Keberatan Trinitas

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
11 A-KT-01 Keberatan Logis dan Filosofis 7 keberatan: kontradiksi logis, triteisme, modalisme, subordinasionisme, bahasa Yunani vs Ibrani, istilah "Pribadi", Euthyphro dilemma
12 A-KT-02 Keberatan Alkitabiah (Perjanjian Lama) 4 keberatan: Shema Israel, YHWH vs "Tuan", tidak ada kata "Trinitas", Malaikat YHWH
13 A-KT-03 Keberatan Alkitabiah (Perjanjian Baru) 5 keberatan: Yesus berdoa, Yesus tidak tahu hari kiamat, Yesus disebut "Allah" terbatas, Roh tidak disebut "Allah" eksplisit, "Sulung dari segala ciptaan"
14 A-KT-04 Keberatan Soteriologis 3 keberatan: substitusi penal, mengapa Bapa tidak langsung mengampuni, inkarnasi tanpa dosa
15 A-KT-05 Keberatan dari Agama Lain 16 keberatan: Islam (Tauhid, Tahrif, Yesus tidak disalib, Allah tidak beranak), Yahudi (nubuat Mesias, Yesus bukan Imam Agung), Hindu (Brahman, Avatar, Caturmarga, reinkarnasi), Buddhis (Anatta, Dukkha, Karma, Nirvana)
16 A-KT-06 Keberatan dari Kelompok Kristen Lain 2 keberatan: Unitarian, Saksi Yehovah
17 A-KT-07 Keberatan Teologis Internal 4 keberatan: Filioque, dua kehendak Yesus, teologi statis, bahasa gender

Kategori A-KM: Keberatan Modern

No Kode Judul Aksioma Isi Singkat
18 A-KM-01 Keberatan dari Skeptis dan Ateis 10 keberatan: problem of evil, suffering of the innocent, divine hiddenness, kontradiksi dalam Alkitab, mythological borrowing, tidak ada bukti historis kebangkitan, evolusi dan Adam, problem of inconsistent revelations, nasib bayi, nasib penyandang keterbatasan mental
19 A-KM-02 Keberatan dari Zaman Modern 5 keberatan: eksklusivisme, kolonialisme teologis, sains vs agama, problem of hell, gender and language
20 A-KM-03 Keberatan dari Dalam Kekristenan Kontemporer 6 keberatan: liberation theology, feminist theology, process theology, open theism, evangelical critics, pentakostal

---

Bagian 5: Tabel Ringkasan Seluruh Aksioma

5.1 Statistik

Bagian Jumlah Kategori Jumlah Aksioma
CORE 9 kategori 40 aksioma
EXTENSION 16 kategori 39 aksioma
APOLOGETIK 3 kategori 20 aksioma
TOTAL 28 kategori 99 aksioma

5.2 Daftar Lengkap Kode Core (C)

Kode Judul
C-H-01 Allah Alkitab Bukan Allah Filsafat
C-H-02 Metodologi Kanonik
C-H-03 Kehendak Bebas dan Paradoks Alkitab
C-T-01 Analisis Gramatikal Keluaran 3:14-15
C-T-02 Trinitas Sebelum Ciptaan
C-T-03 Satu Nama YHWH, Dua Konteks
C-T-04 Perbedaan YHWH vs "Tuan"
C-T-05 Ehyeh Menyatakan Asher
C-T-06 Mengapa Harus Ada Pembedaan Asher dan Ehyeh
C-N-01 Definisi Hakikat: Satu Gerakan Kekal Kemahakuasaan Kasih
C-N-02 Tiga Pribadi Berkesadaran Mandiri
C-N-03 Esa dalam Gerakan (Keesaan Hakikat)
C-N-04 Esa dalam Kehendak
C-N-05 Esa dalam Identitas
C-R-01 Asher (Transenden) dan Ehyeh (Imanen)
C-R-02 Perbedaan Personal dan Relasional
C-R-03 Kesetaraan Trinitas
C-R-04 Logika Pangkuan Intra-Trinitas
C-K-01 Kenosis Kekal dalam Naungan Roh
C-K-02 "Processio" sebagai Naungan & Ikatan
C-K-03 Roh sebagai Pribadi yang Menaungi
C-K-04 Roh sebagai Saksi Kunci Keberadaan Trinitas
C-K-05 Prototype Kejadian → Yohanes → Lukas
C-K-06 Inkarnasi: Transendensi Melahirkan Imanensi
C-D-01 Tiga Akar Dosa: Pride, Keraguan, Apathy
C-D-02 Dosa Waris sebagai Warisan Pola
C-D-03 Perbedaan Dosa Malaikat dan Manusia
C-D-04 Penebusan: Ehyeh Mengalami Keterpisahan
C-D-05 Roh Menaungi Keterpisahan
C-D-06 Api Cinta sebagai Konsekuensi Internal
C-D-07 Yesus sebagai Antitesis Tiga Akar Dosa
C-D-08 Finalisasi Pride dalam Pengajaran Yesus
C-D-09 Ajakan Bertahan dalam Keraguan dan Apathy
C-TM-01 Penggunaan Istilah "Ontologis"
C-TM-02 Definisi Ulang "Pribadi"
C-TM-03 Penolakan Trinitas Klasik
C-TM-04 Alasan Fundamental Penolakan Substansi
C-TM-05 Penolakan Kerangka Dwi-Natur Yunani
C-M-01 Misteri yang Tersisa
C-S-01 Ringkasan Final Inti

5.3 Daftar Lengkap Kode Extension (E)

Kode Judul
E-SL-01 Roh Menaungi Keterpisahan
E-RH-01 Rahmat Umum vs Rahmat Khusus; Dua Absolut
E-RH-02 Tiga Lapis Naungan; Biji Mata dan Merangkul
E-DS-01 Prototype Pelepasan Diri dari Dosa
E-DS-02 Pemulihan Relasi Keluarga
E-DS-03 Tujuh Dosa Utama Berakar pada Pride, Keraguan, Apathy
E-AP-01 Api Cinta dalam Kidung Agung
E-ES-01 Surga, Neraka, Purgatorium
E-ES-02 Kehidupan Seperti Malaikat
E-SK-01 Sakramen sebagai Tanda dan Meterai
E-SK-02 Kehadiran Nyata tanpa Substansi (Shekhinah Sakramental)
E-SK-03 Mukjizat Ekaristi sebagai Tanda Peringatan
E-KB-01 Kebangkitan Tiga Tahap
E-OT-01 Roh Menunjuk Nabi, Raja, Imam, Wanita sebagai Pendeta
E-OT-02 Otoritas Orangtua dan Suami sebagai Pelindung
E-OT-03 Roh sebagai Tuan atas Doa, Kutuk, Berkat
E-PK-01 Dosa terhadap Roh Tidak Diampuni
E-PK-02 Yesus dan Roh Tidak Bentrok
E-PK-03 Iman Tanpa Buah Roh Adalah Mati
E-PU-01 Pola Perutusan Selalu dalam Naungan Roh
E-PU-02 "Allah" dan "Tuan" sebagai Gelar Fungsional
E-PU-03 Perutusan sebagai Perpanjangan Fungsi Tirai Mishkan Basar
E-IN-01 Mengapa Inkarnasi sebagai Manusia
E-IN-02 Prototype Ordo Salutis
E-GR-01 Otoritas dan Disiplin Gereja
E-GR-02 Karunia Roh vs Jabatan Gerejawi
E-GR-03 Yesus sebagai Kepala, Gereja sebagai Tubuh
E-GR-04 Analogi Beras-Nasi
E-PR-01 Kedatangan Kedua Kristus: Parousia
E-PR-02 Kerajaan Allah: Sudah Datang dan Belum Genap
E-PR-03 Penghakiman Terakhir
E-ST-01 Baptisan Roh
E-ST-02 Jaminan Keselamatan
E-ST-03 Baptisan Bayi
E-ST-04 Keselamatan di Luar Gereja
E-ST-05 Etika Kasih sebagai Puncak
E-ST-06 Etika Perang, Kehidupan, Pernikahan, Pembelaan Diri
E-BS-01 Bait Suci dan Yesus sebagai Mishkan Basar
E-BS-02 Yesus sebagai Kepala, Kita sebagai Tubuh

5.4 Daftar Lengkap Kode Apologetik (A)

Kode Judul
A-PA-01 Paradoks Keilahian vs Kemanusiaan Yesus (5 ayat)
A-PA-02 Paradoks Relasi Bapa dan Putra (10 ayat)
A-PA-03 Paradoks Roh Kudus (4 ayat)
A-PA-04 Paradoks Salib dan Keterpisahan (3 ayat)
A-PA-05 Paradoks Inkarnasi dan Waktu (4 ayat)
A-PA-06 Paradoks Keselamatan, Iman, Perbuatan (8 ayat)
A-PA-07 Paradoks Api, Hukuman, Murka (6 ayat)
A-PA-08 Paradoks Sakramen dan Tanda (3 ayat)
A-PA-09 Paradoks Doa, Kutuk, Berkat (4 ayat)
A-PA-10 Paradoks Kebangkitan (6 ayat)
A-KT-01 Keberatan Logis dan Filosofis (7 keberatan)
A-KT-02 Keberatan Alkitabiah (Perjanjian Lama) (4 keberatan)
A-KT-03 Keberatan Alkitabiah (Perjanjian Baru) (5 keberatan)
A-KT-04 Keberatan Soteriologis (3 keberatan)
A-KT-05 Keberatan dari Agama Lain (16 keberatan)
A-KT-06 Keberatan dari Kelompok Kristen Lain (2 keberatan)
A-KT-07 Keberatan Teologis Internal (4 keberatan)
A-KM-01 Keberatan dari Skeptis dan Ateis (10 keberatan)
A-KM-02 Keberatan dari Zaman Modern (5 keberatan)
A-KM-03 Keberatan dari Dalam Kekristenan Kontemporer (6 keberatan)

---

Kesimpulan Klasifikasi

Bagian Jumlah Aksioma Status Prinsip
CORE 40 Dogmatis Tidak dapat diubah; fondasi bagi seluruh pengembangan
EXTENSION 39 Teologis Dapat dikembangkan; aplikasi dari Core
APOLOGETIK 20 Apologetis Dapat dikembangkan; jawaban atas keberatan

Total Keseluruhan: 99 Aksioma

---

Akhir Dokumen Klasifikasi

"Dengan klasifikasi ulang ini, LTTI 2.9 memiliki struktur yang lebih sistematis: Core sebagai fondasi yang tidak tergoyahkan, Extension sebagai pengembangan yang hidup, dan Apologetik sebagai dialog dengan dunia. Semua berpusat pada satu kebenaran: Allah Alkitab bukan Allah filsafat, tetapi Allah yang hadir dalam Yesus Kristus, oleh Roh Kudus, untuk keselamatan seluruh ciptaan."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LTTI 2.10 — BAGIAN INTI (CORE)

Kristologi Tanpa Filsafat Yunani

Hakikat Keilahian dan Kemanusiaan Yesus dalam LTTI